Kehidupan

Hampir tiga tahun, dan lalu kita putus.

Satu hal yang selalu bikin aku takut setelah kita berantem dan mutusin buat putus adalah kondisi kamu. Mungkin ini aneh dan terlalu berlebihan, tapi aku selalu sedih kalo harus bayangin kamu nangis dan sendirian di kosan. Tapi hari ini beda, ga harus nunggu lama sampai akhirnya aku baca tulisan kamu dan ngerasa semua akan baik-baik aja. You will be ok.

We know that we care and love each other. But maybe, after all the things that we’ve been through, all the happy, sad, and weird moments, this was a good and right time to end up our special relationship. So sorry that i can’t fulfill all of your expectations. I hope and believe that you will find someone that really good for you.

Makasih banyak udah bikin aku jadi lebih kenal dengan diri aku sendiri. Dan terima kasih untuk selalu baik dan sabar sama aku.

Please, don’t waste your time to just scrolling Instagram feeds. Seriusin kuliahnya.
Do care with your health, kurang-kurangin begadang dan minum kopi instan-nya, minum air putih yang banyak.

Oh iya, aku selalu senang dan bangga setiap kali cerita ke orang lain tentang kamu yang “cuma” lulusan JIP tapi sekarang bisa jadi front-end developer di Sleekr. Terus belajar ya!

Kuliah

 

Alhamdu lillaah ya Allah, akhirnya saya lulus juga. Beberapa tahun lalu nyanyi lagu ini buat ngecengin Demang, eh saya malah lulus telat juga.

Karena saya lulus tanpa skripsi jadi saya ga bisa bikin halaman khusus ucapan terima kasih di skripsi kaya orang-orang. Yaudah saya nulis ucapan terima kasih saya di sini aja deh.

Terima kasih saya haturkan kepada Tuhan YME atas segala nikmat yang diberikan kepada saya meskipun saya sering lalai untuk mensyukurinya.

Terima kasih untuk Mama dan Papa, yang meskipun geregetan ngeliat anak laki-laki pertamanya ga lulus-lulus tapi tetap bisa bikin anaknya ini tenang dan ngga stress sampai akhirnya bisa nyelesain kuliahnya juga. Terima kasih untuk segala dukungan, kesabaran, kepercayaan, dan kasih sayangnya. Terima kasih juga untuk Abah, Alm. Ibu, Kakak, Albi, dan seluruh keluarga saya atas dukungan dan kasih sayangnya.

Terima kasih untuk Qatrunnada Fadhila, atas senang dan sedih yang selalu kita bagi berdua. Terima kasih karena udah bikin saya sadar kalo saya butuh orang untuk berbagi, terima kasih sudah membuka halaman SIAK saya hingga saya sadar kalo waktu itu saya malas-malasan terus bukan ga mungkin saya bakal kena DO, terima kasih atas segala usahanya hingga saya bisa lebih percaya diri, terima kasih banyak udah mau sabar nemenin saya, and thanks for always being my lovely front end. Muaah :*.

Terima kasih untuk Gita Rinjani, waktu kita ngobrol berdua di Coffee Toffee itu Nada bilang kita kaya lagi main FTV lho. Terima kasih karena sudah selalau mau jadi sahabat saya. Kangen pengen ngobrol berdua di pinggir laut lagi.

Terima kasih untuk Bu Bela, dosen pembimbing akademis saya, yang hampir di tiap awal semester selalu sabar dan dengan baik hatinya mau nyari nomor telepon saya yang baru cuma untuk nelpon dan ngingetin kalau IRS saya masih bermasalah. Semoga Ibu selalu diberi kesahatan dan kebahagiaan, aamiin.

Terima kasih untuk Bu Erdefi Rakun, satu-satunya dosen yang bisa bikin saya betah di kelas dan bisa bikin saya dapat nilai 101 saat UTS. Dosen yang mau nerima saya jadi mahasiswa bimbingan tugas akhirnya, walaupun akhirnya ga dilanjutin karena berbagai hal. Terima kasih atas segala nasihat dan waktu yang udah ibu luangin di sela kesibukan ibu.

Terima kasih untuk Mapala UI yang sudah menyita waktu saya untuk hal-hal yang menyenangkan. Terima kasih juga khususnya untuk teman-teman BKP 12, teman-teman beda angkatan di Mapala UI, teman-teman Batosai (geng asrama), dan teman-teman Fasilkom yang suka naik gunung sama saya. Terima kasih juga untuk Emak Pusgiwa yang bisa jadi teman ngobrol dadakan kalo saya lagi sendiri di sekret, yang walaupun suka ga nyambung waktu diajak ngobrol tapi paling ngga bisa bikin saya ketawa-ketawa sendiri karena obrolan yang ga nyambung itu.

Terima kasih untuk Pak Roni, tetangga rumah di Purwakarta, yang sudah memberikan bantuan di awal saya diterima di  UI. Semoga Tuhan memberikan balasan atas kebaikan bapak.

Terima kasih untuk para koki kantin kampus dan tempat makan sekitar kampus yang sudah menyediakan makanan murah tapi enak untuk saya. Terima kasih khususnya untuk mas penjual soto di Fasilkom beserta istrinya yang selalu negur dan basa basi saat ketemu di kantin, momen yang bikin saya ga ngerasa sedih-sedih amat karena masih ada yang negor walaupun hampir selalu makan sendiri di kantin fakultas sendiri.

Terima kasih untuk Puspus yang bikin saya paling ngga pernah berani main sama anjing. Selalu nyesel karena waktu itu nunda buat ngejenguk Puspus sampai akhirnya Puspus udah meninggal duluan :(. Terima kasih ya Pus udah bikin saya ngerasa sedikit lebih ganteng tiap jogging berdua sama kamu.

Yang terakhir, terima kasih untuk kamu. Iya, kamu.

 

Kehidupan, Kuliner

What did you eat today?

One of my favorite activities is enjoying food. I really love Indonesian food.

This morning, as usual, I bought nasi kuning in a food truck near my office for my breakfast.

It costs only 9000 rupiah and it tasted so good. I enjoyed my nasi kuning with a fried tofu that had bean sprouts inside, a handful of sliced omelete, peanuts, and of course sambal to make it extra delicious.

Actually, I want to buy it every morning, but it really need an extra effort to get this nasi kuning since the food truck is only open until 8 am. So I need to wake up early and come to the office before 8 am to be able to enjoy this special nasi kuning.

Kehidupan

“The worst thing about a brain injury before the recovery is that no one depends on you for anything. No one’s going to ask you to remember anything, or ask for your help, or expect you to solve a problem. You feel like the world doesn’t need you. … 

“I needed to feel useful and to matter …

https://medium.com/freethink/how-to-rebuild-a-broken-brain-41b237ce16fb#.7wwcqzphk

Hal ini yang sering kali membuat gaji tinggi atau benefit lain yang diberikan perusahaan menjadi tidak lebih menarik ketimbang perasaan berguna dan berharga seorang karyawan atas apa yang dikerjakannya untuk perusahaan.