Kehidupan

Dara

Ada gadis kecil, diseberangkan gerimis
Di tangan kanannya bergoyang payung
Tangan kirinya mengibaskan tangis
Di pinggir padang ada pohon dan seekor burung

– Gadis Kecil, Sapardi Djoko Damono

Saya sebetulnya tidak  mengerti maksud puisi Sapardi di atas. Saya juga tidak tahu siapa gadis kecil yang diseberangkan gerimis dan tangan kirinya mengibaskan tangis pada puisi itu. Yang saya tahu, gerimis turun ketika adik kecil saya pulang sekolah sambil menangis.

Katanya ia tidak terpilih sebagai wakil sekolah untuk lomba Matematika, tapi justru terpilih sebagai wakil sekolah untuk lomba Cerita Bergambar. Ia menangis karena takut Mama kecewa ia tidak terpilih untuk lomba Matematika, padahal tidak seperti itu.

Tangan kanannya memegang buku Matematika dan  tangan kirinya mengibaskan tangis ketika ia beranjak ke kamarnya.

Momen itu adalah salah satu momen paling mengharukan dalam hidup saya. I know that my sweet little sister wanna make mom proud. But what she doesn’t know is to do what she loves is much more important than to be loved by doing what she does not love.

 

What do you love?

Advertisements
Uncategorized

Gultik

Dari dulu rasanya males banget kalo diajak makan Gultik, bukan apa-apa, setiap dengar nama Gultik yang ada di kepala saya adalah Gule Tikus, syit.

Tapi tadi malam akhirnya saya nyobain Gultik untuk pertama kalinya. Agak terpaksa sih karena udah lapar dan ngga ada yang bisa diajak makan bareng :(, jadi waktu ada temen kantor yang ngajak makan ke Gultik terpaksa saya iyain.

Biasanya setiap kali lewat gultik selalu ramai, tapi pas tadi saya sampai sana malah sepi. Sebenernya kurang cocok sih laper-laper gini makan ke gultik, porsinya itu lho kecil banget. Jadi si nasi + gulai sapi-nya dihidangkan dalam satu piring kecil dan nasinya cuma sekitar 1/2 lebih dikit dari ukuran piringnya, sedih. Mungkin butuh 3-4 porsi Gultik untuk bisa bikin perut kenyang.

Awalnya ragu ini daging sapi beneran atau bukan, tapi dengan harga 10 ribu per porsi dengan porsi yang mini, saya pikir agak masuk akal sih. Jadi tadi makannya ngga terlalu mikirin amat dagingnya beneran daging sapi apa daging tikus, hahaha. Beda sama kalo makan mie ayam pinggir jalan yang seporsi cuma 10-12 ribu, kadang suka saya ga makan irisan dagingnya.

Hah.

Kamu udah makan?