Kehidupan

Sembah Menyembah

– tentang kemungkinan anak saya menyembah jamur atau beda keyakinan

Di suatu hari yang tenang, ketika saya sedang membaca-baca tulisan di blog orang, saya diusik oleh sebuah pertanyaan dari Nada. Berawal dari tulisan GM yang saya share melalui twitter, ia bertanya, bagaimana jika anak saya nanti menyembah jamur atau beda keyakinan?

Ah, pertanyaan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh saya. Berhari-hari saya mencoba mencari jawaban dari pertanyaan itu tapi tidak juga kunjung menemukan jawaban yang sreg. Dan tiba-tiba, saat saya hampir menyerah dengan pertanyaan itu, sebuah pepatah terlintas di kepala saya “Lebih baik mencegah daripada mengobati“. Ya, daripada saya harus mencari jawaban bagaimana jika anak saya nanti menyembah jamur, beda keyakinan, atau bahkan menganggap dirinya Tuhan, lebih baik saya memikirkan cara agar hal itu tidak terjadi.

Dan inilah jawaban saya :


 

Kalo masih ada umur, Satria masih punya  beberapa tahun lagi sampai nanti punya anak. Dan waktu yang ada itu bisa Satria pakai untuk belajar, membaca buku, bertanya, dan berdiskusi dengan banyak orang tentang jawaban dari apa yang masih Satria pertanyakan tentang Tuhan dan agama sampai benar-benar paham dan yakin, ini yang penting, yakin.

Sampai saat ini Satria masih percaya kalo Islam, agama yang saya anut saat ini, mengajarkan kebaikan, rahmatan lil alamin. Jadi Satria juga terus belajar untuk menjadi orang baik sesuai sama apa yang Islam ajarkan. Paling tidak, nanti anak Satria  akan lihat kalau Islam itu mengajarkan hal baik dan hasilnya akan baik kalau benar-benar dilakukan.

Nah, kalau Satria sudah cukup ilmu, cukup paham, dan cukup yakin, Satria mungkin akan bisa diskusi dan menjawab apa-apa yang anak Satria nantinya pertanyakan tentang kebenaran agama dan Tuhan (Satria yakin anak Satria nanti juga pasti akan seperti kita yang banyak bertanya tentang hal ini 🙂 ).

Yang penting lagi, Satria harus bisa menjadi orang tua yang terbuka untuk berdiskusi dengan anak, supaya kalau nantinya anak Satria ngga ngerti tentang suatu hal tempat bertanya dan berdiskusi pertama buat mereka itu ya Satria, ayahnya. Dan yang ngga kalah penting, Satria juga harus nyari ibu yang baik dan cerdas buat anak-anak Satria 🙂 .


 

Oh iya, setelah saya jawab pertanyaan ini, Nada langsung memberikan tanggapan tentang hal ini. Ada satu tanggapan dari Nada yang saya sangat setuju, “Orang tua harus punya pikiran yang terbuka dan ga gampang ngejudge orang. Kalo orang tua sendiri udah nyalahin pendapat anaknya, langsung nyerang, nanti anak itu harus nanya ke siapa lagi?”. Kalau kalian penasaran dengan tanggapan Nada yang lebih lengkap, mungkin kalian bisa menunggu Nada membuat tulisan tentang hal yang sama di tumblrnya.

Nah, jadi bagaimana kalau anak kalian nyembah jamur atau beda keyakinan?

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s