Kehidupan

Anak

tentang jumlah anak

Image

Gambar diambil dari : http://www.bhmpics.com/cute_twins_baby-wallpapers.html

Sudahkah kalian memikirkan berapa jumlah anak yang ingin kalian miliki setelah menikah nanti?
Semalam, setelah ngobrol ngalor ngidul, saya melakukan obrolan yang cukup menyenangkan dengan seorang gadis cerdas mengenai hal ini.

Sebagai seorang anak yang dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang besar (Saya anak kedua dari lima bersaudara), saya terbiasa hidup dengan suasana keluarga yang ramai. Karena hal itu saya lebih cenderung menginginkan memiliki anak lebih dari dua. Selain itu, saya membayangkan di masa tua nanti kehidupan saya akan tetap ramai karena banyak anak dan cucu yang datang menjenguk.

Sedangkan gadis ini, dengan tegasnya mengatakan ia hanya ingin memiliki maksimal dua anak, catet! MAKSIMAL DUA!
Salah satu alasan menarik yang membuat dirinya lebih memilih cukup memiliki maksimal dua anak adalah tentang kesiapan bertanggung jawab untuk membesarkan anak. Berangkat dari apa yang ditulis Djenar di cerpennya,

“Kita dilahirkan ini bukan untuk merdeka! Kalau iya, dari awal kita bisa nentuin mau dilahirkan atau engga. Nah ini, milih dilahirin siapa aja kita gak mampu.”.

Nah, karena anak bukan lahir dari keinginannya, maka orang tua sebagai ‘pihak yang menjadikan dia ada’ harus sudah siap bertanggung jawab untuk membesarkan dan memikirkan masa depan anak tersebut. Dan gadis ini, dengan mempertimbangkan banyak hal, merasa hanya siap untuk membesarkan dua anak saja.

Alasan ini cukup membuka pikiran saya. Awalnya saya hanya memikirkan kesenangan saya sendiri, berharap di hari tua nanti ada banyak anak yang ganti mengurusi saya tanpa memikirkan kesiapan saya untuk bertanggung jawab mendidik, merawat, dan membesarkan anak-anak saya kelak.

Pada akhirnya kami tetap pada pendirian masing-masing, saya dengan niatan punya lebih dari dua anak (dengan catatan saya harus lebih bekerja keras dan belajar untuk mempersiapkan masa depan :p), sedangkan dia tetap keukeuh tidak ingin punya lebih dari dua anak. Tapi kami berdua sadar, pada akhirnya nanti, keputusan berapa jumlah anak yang ingin dimiliki adalah hasil diskusi dari suami dan istri, bukan hanya keputusan salah satu pihak saja (tapi tetap Tuhan yang menentukan hasil akhir segalanya ya, hehehe).

Jadi, kalian mau punya berapa anak?

 

– Silahkan cek tanggapan gadis cerdas ini di blognya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s